Archive for the ‘esai’ Category

Muhammad Al-Fayyadl Kelompok-kelompok dominan diuntungkan dengan sektarianisme dalam masyarakat, namun wacana-wacana dominan yang memungkinkan terus eksisnya kelompok-kelompok tersebut diuntungkan oleh ketidakmampuan masing-masing kelompok yang bertikai untuk menjadi subjek atas eksistensi mereka sendiri. Demikianlah, kepada “minoritas”, kita menyebut mereka sebagai “korban”. Dan kepada para eksekutornya, kita menyebutnya “pahlawan” atau “preman”. Di sini, kita akan mencoba melihat […]


Kata pengantar atas buku Any Rufaedah, “Freud tentang Manusia: Sebuah Pengantar” (Malang: Averroes Press, 2012) Muhammad Al-Fayyadl Psikoanalisis Freud (baca: Froid) merupakan salah satu temuan terpenting abad ke-20 yang mengubah secara dramatis cara kita memandang “manusia”. “Siapakah manusia?” adalah pertanyaan yang tak habis didengungkan sejak manusia, dengan rasionalitasnya, mulai berpikir dan berusaha memberikan jawaban atas […]


~ Muhammad Al-Fayyadl Agama perlu direbut dari orang-orang yang “merasa tahu” atas agama. Orang-orang yang “merasa mengerti” atas keinginan Tuhan terhadap nasib umat-Nya. Kian hari kian gawat saja orang-orang yang merasa diri mereka “polisi” dalam lalu-lintas hubungan umat beragama dengan Tuhannya. Bak “polisi”, mereka merasa paling tahu tentang rambu-rambu yang harus dipatuhi umat beragama. Mereka […]


Muhammad Al-Fayyadl Sondang Hutagalung menyiram dirinya dengan bensin dan membakar diri di depan Istana hari itu, seakan hendak membisikkan bahwa perlawanan itu masih ada. Ia masih ada, bergejolak dari bawah sana, dan meminta untuk didengar. Yang mengejutkan pada mulanya, membuat kita terhenyak, lalu diam-diam meremukkan hati dan perasaan kita adalah caranya memilih bahasa perlawanan itu. […]